Cara membuat TV Kabel (paralel parabola pasif)

Daftar Isi
Pada artikel sebelumnya saya sudah pernah membahas tentang paralel parabola. Siahkan baca di Sistem Paralel Parabola. Pada artikel ini akan di gambarkan tentang paralel pasif. Apa itu paralel pasif? Paralel pasif adalah paralel yang pendistribusiannya menggunakan RF. Istilah populernya disebut tv kabel.

TV kabel adalah sistem penyiaran tv dengan jalur rf dan di distribusikan ke banyak tv menggunakan kabel. Sebagai contoh begini: Disebuah desa ada seseorang yang kaya, dia memasang parabola. Dari receiver parabola keluar AV kemudian dimasukkan ke tv si orang kaya, kemudian dari AV juga dimasukkan ke mesin modulator UHF ( mesin pengubah AV menjadi kanal UHF). Kemudian UHF ini disalurkan ke tetangga-tetangganya menggunakan kabel. Maka si tetangganya juga bisa menikmati siaran parabola tersebut, namun si tetangga ini hanya bisa menerima siaran yang ditayangkan oleh receiver parabola si orang kaya. Jika si orang kaya menyalakan parabola pada chanel RCTI misalnya, maka si tetangga hanya bisa menerima siaran RCTI saja.

Pada implementasinya, tv kabel terdiri dari banyak mesin modulator UHF yang dijadikan satu. 1 mesin 1 chanel, maka orang yang menerima tv kabel bisa menerima banyak siaran. TV kabel biasanya digunakan untuk perhotelan, rumah sakit, kantor, dan lingkungan masyarakat.

Untuk membuat tv kabel caranya cukup mudah. Yang dibutuhkan adalah parabola dengan beberapa receiver. Jumlah receiver sesuai kebutuhan chanelnya. Misalkan kita butuh 25 chanel, maka kita harus menggunakan 25 buah receiver. Kalau receiver model dulu sudah ada rf uhf nya, jadi tinggal menggabungkannya. Kalau receiver keluaran sekarang rata-rata tidak delengkapi dengan modulator UHF, jadi modulatornya harus beli sendiri.

Modulator UHF ada yang singgel (satu mesin satu chanel) dan ada 1 box sudah ada beberapa chanel. Kalau modulatornya singgel, kita harus menjumper satu-satu. Dari out satu modulator masuk ke input modulator kedua, output modulator kedua masuk ke input modulator ketiga, dan seterusnya. Dan output dari modulator terakhir dimasukkan ke input pendorong UHF, kemudian baru bisa didistribusikan ke keosumen.

Singgel Modulator

Kalau multi modulator, dalam satu box sudah ada banyak chanel. Kita tinggal menyambungkan output AV dari receiver me masing-masing kanalnya. Kemudian dari out bisa didistribusikan ke konsumen.

Modulator UHF

Kalau modulatornya bagus, kita bisa menseting kanal tanpa jarak. Artinya kita bisa mengisi semua kanal UHF dari mulai kanal 21 sampai 69 yang jumlahnya ada 48 chanel tanpa ada gangguan antara 1 chanel dengan chanel lainnya. Kalau modulator kurang bagus kita harus memberi jarak antar kanal. Artinya kita memasukkan chanel pada kanal uhf 21, 23, 25, dan seterusnya.

6 komentar

pernah coba menggunakan program linux mumudvb mas?
Belum bro
om nanya,
"Kalau modulatornya singgel, kita harus menjumper satu-satu. Dari out satu modulator masuk ke input modulator kedua, output modulator kedua masuk ke input modulator ketiga, dan seterusnya. Dan output dari modulator terakhir dimasukkan ke input pendorong UHF, kemudian baru bisa didistribusikan ke keosumen"
ini bukannya input modulator itu dari receiver ya? ato bisa dari modulator juga? berarti gak butuh combiner?

suwun..
Kl receivernya sudah ada modulator uhf nya ya bisa langsung di seri. tp receiver gak ada ya bisa pakai modulator tersendiri. Kl modulator ada in dan out gak pakai kombiner sudah bagus. kl modulator gak ada in nya baru pakai kombiner
Comment Author Avatar
20/10/19 Hapus
Mau nanya bisakah parabola sejenis K-Vision yg antena kecil gunakan untuk TV kabel??
Bisa, Tapi harus ijin ke k-visionnya